Sabtu, 15 Des 2018, WITA
Jumat, 21 Agu 2018, 08:50:08 WIB
Eka Wahyuni Hersetya wati, Kategori : Artikel Indagkop, 204 View

PROKAL.COSAMARINDA - Untuk mengantisipasi lonjakan harga, terutama telur dan ayam jelang Iduladha, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim bekerja sama dengan para distributor berencana menggelar pasar murah. Kali ini, ada tiga titik pasar murah di Samarinda yang akan dilaksanakan 18, 20, dan 21 Agustus mendatang.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, saat memasuki hari besar keagamaan, harga pangan selalu meningkat. Apalagi harga untuk daging ayam dan telur. Untuk menekan meningkatnya harga di pasaran, pihaknya membuat pasar murah untuk kebutuhan daging ayam dan telur pada tiga titik kelurahan di wilayah Samarinda.

“Tiga titik operasi pasar murah itu di halaman Masjid Hidayatul Muqorrobin Kelurahan Lok Bahu pada 18 Agustus. Lalu Jalan Daeng Mangkona Samarinda Seberang pada 20 Agustus dan di halaman Masjid As-Shobirin Kelurahan Sungai Keledang Samarinda Seberang pada 21 Agustus,” ujarnya, Rabu (15/8).

Tak hanya menggelar pasar murah, pihaknya juga terus melakukan pemantauan perkembangan harga di pasar-pasar tradisional. Karena ditakutkan ada perubahan harga yang tiba-tiba di luar perhitungan harga pasar. Begitu juga dengan distribusi kebutuhan barang.

"Kita terus melakukan pemantauan terutama untuk pendistribusiannya. Karena kenaikan-kenaikan tersebut biasanya di luar hitungan kita,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, untuk ketersediaan kebutuhan pokok saat ini masih cukup dan aman. Bahkan hingga Desember. Namun, yang ditakutkan adalah pendistribusiannya, melihat cuaca yang tidak menentu dan itu menjadi perhatian. “Ini yang sering menjadi alasan kenaikan harga. Karena, kalau stok tidak ada masalah,” katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh pedagang khususnya menjelang Iduladha untuk tidak semena-mena menaikkan harga kebutuhan pokok masyarakat. Jika ada indikasi tersebut, maka Disperindagkop Kaltim  bersama instansi terkait akan melakukan langkah tegas.

Masyarakat juga diharapkan menginformasikan jika terjadi kenaikan harga akibat kekosongan stok, sehingga bisa dilakukan antisipasi pencegahan dan tidak menimbulkan dampak kenaikan harga kebutuhan lainnya.

"Kita harapkan masyarakat bisa membantu melakukan pemantauan dan melaporkan bila ada kenaikan akibat kelangkaan kebutuhan, yang disebabkan keterlambatan pendistribusian kebutuhan bahan pokok, sehingga bisa secepatnya dilakukan antisipasi,” tuturnya.

Menurutnya, untuk saat ini kebutuhan barang pokok masih terkendali, baik untuk ketersediaan maupun masalah harga begitu juga dengan kelancarannya tidak ada masalah. “Kalau sesuai prediksi memang masih aman. Namun, seperti biasanya pasti ada kenaikan, ini yang terus kami usahakan untuk menekan peningkatan harga tersebut,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)





Tuliskan Komentar

Rakor Indagkop Tahun 2018 Senin, 13 Agu 2018 - Dilihat 157 Kali