Sabtu, 15 Des 2018, WITA
Selasa, 21 Agu 2018, 07:19:11 WIB
Eka Wahyuni Hersetya wati, Kategori : Nasional, 197 View

PROKAL.COBALIKPAPAN - Harga daging ayam dan telur di Kota Minyak yang sempat melambung tinggi mulai mereda. Bahkan diproyeksi terus menurun menjelang Iduladha.

Kasi Pengendalian Bahan Pokok Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Balikpapan Adi Sudarto mengatakan, harga daging ayam ras di pasar saat ini sekitar Rp 33 ribu per kilogram. Sudah ada penurunan dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp 41 ribu per kilogram. Telur ayam di Pasar Pandansari sudah turun di harga Rp 1.500-1.700 per butir. Sebelumnya sempat menyentuh Rp 1.900 per butir.

“Dari pantauan kami di lapangan, harga dua komoditas ini yang sempat meroket perlahan sudah mulai turun. Pasokan kembali normal. Pedagang juga mendapat harga dari pemasok sudah mulai turun,” ujarnya, Rabu (15/8).

Adi mengatakan, penurunan tersebut merupakan usaha-usaha pemerintah yang terus melakukan komunikasi dengan para pelaku usaha, sehingga kecenderungan harga-harga relatif turun. Pasalnya, kenaikan bersifat nasional bukan hanya di daerah.

Meskipun tidak diakui, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sangat berpengaruh, ditambah pakan ayam masih impor. Sehingga berdampak juga kepada beberapa komoditas. "Yang jelas saat ini ada kebijakan sedang menormalkan harga. Mudah-mudahan tidak mengalami kenaikan harga lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, daging dan telur ayam harganya pernah melambung tinggi. Apalagi saat H-2 Lebaran lalu. Di mana harga daging ayam broiler berada di level Rp 40-45 ribu per kilogramnya, begitu juga dengan telur ayam yang harganya mencapai Rp 30 ribu per kilogram. "Kedua komoditas tersebut harganya pernah melambung tinggi. Tapi, terus berangsur turun mendekati normal," ucapnya.

Dengan tren ini, jelang Iduladha tidak akan lonjakan yang signifikan. Mengacu tahun-tahun sebelumnya, momen Iduladha tidak seperti Idulfitri. Konsumsi cenderung stabil. “Kemungkinan harga daging ayam ras dan telur ayam stagnan atau malah menurun,” imbuhnya.

Salah satu penjual telur di kawasan Pasar Klandasan, Sa'diah mengatakan harga telur ayam sudah mulai turun meski belum stabil. “Sekitar 1.500 per butir yang paling kecil sebelumnya Rp 1.700,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, semenjak harga telur ayam melonjak pembeli lebih senang mencari telur dengan ukuran kecil. Sebab, dengan ukuran lebih kecil, jumlah telur yang diperoleh akan semakin banyak.

Sementara itu, harga daging ayam mulai menurun meski masih mahal. “Saat ini, harga ayam berkisar antara Rp 33 ribu hingga Rp 36 ribu per ekor,” ucap Joni salah seorang pedagang daging ayam ras di Pasar Klandasan. (aji/ndu/k15)



Jumat, 21 Agu 2018, 07:19:11 WIB Oleh : Eka Wahyuni Hersetya wati 204 View
Antisipasi Lonjakan Harga Ayam dan Telur


Tuliskan Komentar

Rakor Indagkop Tahun 2018 Senin, 13 Agu 2018 - Dilihat 156 Kali