Sabtu, 15 Des 2018, WITA
Selasa, 21 Agu 2018, 08:51:42 WIB
Eka Wahyuni Hersetya wati, Kategori : Nasional, 316 View

PROKAL.COJAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota produksi batu bara tahun ini sebesar 25 juta ton dari 485 juta ton menjadi 510 juta ton. Tujuannya, mengurangi defisit transaksi berjalan melalui penaikan ekspor batu bara.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan, penambahan kuota tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan devisa. Hal itu diungkapkan kepala negara dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar Selasa (14/8).

"Sudah ada (perusahaan) yang mengajukan penambahan produksi dan sudah ditandatangani persetujuan oleh pemerintah sebesar 25 juta ton," ujar Agung.

Jika PT PLN (Persero) tidak menyerapnya, Agung mengungkapkan seluruh hasil penambahan produksi tersebut akan diekspor. "Diharapkan dengan peningkatan produksi ini akan menambah devisa sekitar USD 1,5 miliar," imbuh Agung.

Selain itu, dia berharap penerimaan devisa tersebut bisa ditaruh di dalam negeri. Penambahan devisa, lanjut Agung, akan membantu upaya stabilisasi kurs rupiah terhadap dolar AS yang tertekan dalam selama beberapa bulan terakhir. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada Rabu (15/8), uang garuda sudah menyentuh Rp 14.621 per dolar.

Di sisi lain, penambahan kuota produksi batu bara membuat target produksi batu bara tahun ini semakin jauh dari target produksi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 yang ditetapkan sebesar 406 juta. Jika terealisasi, maka produksi batu bara tahun ini bakal meningkat 10,6 persen dari produksi tahun lalu 461 juta ton.

Sebagai informasi, berdasarkan data sementara Kementerian ESDM, realisasi produksi batu bara per semester I 2018 baru mencapai 174 juta ton. Adapun pemanfaatan batu bara domestik pada periode yang sama mencapai 53 juta ton. Sementara sisanya diekspor oleh perusahaan. (ndu2/k15)





Tuliskan Komentar

Rakor Indagkop Tahun 2018 Senin, 13 Agu 2018 - Dilihat 156 Kali