SEKILAS INFO
Sekilas Info
*Selamat datang di website baru kami, nikmati segala kemudahan dalam pencarian informasi yang kami sajikan.
PRODUKSI MAPAN, PEMASARAN LEMAH
Responsive image
umum UMKM

SAMARINDA - Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tepian diyakini sudah mapan secara produksi. Namun, perkembangan industri kecil dinilai masih terkendala masalah jaringan distribusi.
“Kalau produk, pengusaha di Samarinda saya rasa sudah cukup potensial. Kebanyakan dari mereka malah kesulitan dari sisi pemasaran,” ucap Ketua Komunitas Tangan di Atas (TDA) Samarinda Ahadi Abdul kepada Kaltim Post, Selasa (16/9) kemarin.
Dia mengatakan, untuk memulai menjadi pebisnis, tak mesti perlu pusing memikirkan jenis produk. Menurutnya, peluang pada level reseller di level agen atau pengecer pun, masih cukup potensial, khususnya di Samarinda.
“Tapi, tetap harus punya teknik marketing yang potensial. Ini sangat dibutuhkan para produsen, semisal kuliner lokal, yang selama ini pasarnya hanya maksimal di dalam daerah saja,” ungkap dia.
Ahadi menilai, secara kualitas, produk lokal sebenarnya bisa saja bersaing dengan produk dengan merek tenar. Yang benar-benar membedakan, kata dia, adalah dari segi pemasarannya.
“Sebut saja Indofood. Untuk beberapa jenis produknya, tak sulit ditiru pengusaha lokal. Namun, mereka punya perbedaan signifikan dalam urusan memasarkan produk. Bahkan, meskipun diproduksi di Pulau Jawa, di daerah lain seperti Kaltim, mereka bisa berekspansi hingga ke kelas-kelas pengecer terkecil sekalipun,” beber dia.
Untuk diketahui, potensi kinerja UMKM di Kaltim terlihat dari akumulasi omzet. Disperindagkop Kaltim mencatat, UMKM membukukan Rp 142 miliar pada 2010 lalu. Lantas pada 2013, perputaran uang pengusaha di level ini sudah lebih dari Rp 192 miliar, atau tumbuh sekitar 36 persen dalam tiga tahun.
Sebagai pembanding, menilik tingkatannya, sektor perdagangan memang mendominasi pada level usaha mikro dan menengah. Sementara pada level usaha kecil, lebih banyak bergerak di bidang industri.
Untuk level mikro, 2013 lalu, pengusaha mikro tercatat mencapai 35.339 unit, dengan 18.433 unit di antaranya bergerak di sektor perdagangan. Sisanya, terpecah pada sektor jasa dan industri yang masing-masing sebanyak 7.176 dan 9.720 unit.
Kondisi serupa terjadi di level menengah. Pada periode yang sama, 473 dari 921 pengusaha menengah berkutat di sektor perdagangan.
Namun berbeda dengan golongan pengusaha kecil, yang juga mendominasi UMKM di Kaltim. Pada level ini, dari total 409.086 pengusaha, 326.211 di antaranya merupakan pelaku industri. Sementara perdagangan dan jasa masing-masing hanya berjumlah 49.185 dan 33.690 unit.

10 TRIK JITU


Untuk UMKM, sedikitnya ada 10 trik jitu memaksimalkan marketing. Yang pertama, jadilah mata-mata. Ya, seorang pelaku marketing harus mengetahui kondisi dan kebutuhan pasar, maka jadilah mata-mata di pasar Anda. Menurut Veronica Ratna Ningrum, seorang ahli marketing sekaligus konsultan marketing, kebutuhan pasar menjadi penuntun kesuksesan marketing Anda. Jika seorang pelaku marketing tidak memedulikan kebutuhan pasar, maka sama dengan mencari kepuasan pada diri sendiri, tidak akan membawa keuntungan usaha.
Yang kedua, sangat basic namun selalu jadi kesalahan laten. Yakni perlakukan customer sebagai raja. Menurut Veronica, “slogan kuno” inilah yang akan menentukan kesuksesan sebuah usaha. Bisa dibayangkan ketika seorang nr customer kecewa dengan pelayanan usaha Anda, kemudian menyampaikan kekecewaannya kepada teman-teman dan kerabatnya. Dalam sekejap, citra usaha Anda tak akan lagi dipandang, maka citra perusahaan akan jatuh. Belum lagi kehilangan pelanggan, akan menjadi masalah yang serius bagi kelangsungan sebuah bisnis.
Yang ketiga, jadilah eksekutor. Menurut Veronica, eksekutor tidak sekadar membuat sebuah keputusan, melainkan melakukan analisis mengenai suatu keputusan yang akan dilakukan.
Selanjutnya, pertajam intuisi. Dengan ketajaman intuisi, seorang pelaku marketing tahu bagaimana akan berbuat, bagaimana melakukan sebuah program agar bisa sukses, dan bagaimana memuaskan klien.
Kelima, ini penting namun kerap diabaikan. Yakni wajib melakukan survei pasar. Dalam melakukan survei pasar, sertakan pula survei tingkat kepuasan konsumen, pendapat konsumen mengenai produk Anda, pendapat konsumen mengenai kualitas layanan. Semua itu bermanfaat sebagai bahan evaluasi marketing serta untuk mencari formula terbaik guna membidik pasar yang potensial.
Yang keenam, lakukan survei kompetitor. Dengan melakukan survei, Anda dapat menciptakan keunikan atau kelebihan bisnis agar tampil berbeda. Menerapkan harga yang bersaing, menaikkan sisi nilai tambah produk, atau memperbaiki kemasan, adalah beberapa trik untuk menciptakan keunikan produk serta menjaring minat konsumen.
Ketujuh, ciptakan pemasar bayangan. Di dalam dunia marketing, ini dikenal dengan istilah ghost marketing. Pemasar bayangan ini akan mempromosikan kehadiran produk kita secara tidak langsung, dan menciptakan kesan positif dari produk tersebut, sehingga massa mengenali produk kita.
Kedelapan, telurkan inovasi. Lakukan dan buatlah selalu inovasi pemasaran. Inovasi dalam strategi pemasaran sangat menunjang kesuksesan bisnis.
Kemudian selanjutnya, jadikan mereka konsumen loyal. Yang ini, kerap diabaikan juga oleh pebisnis yang sudah matang. Mereka lupa, konsumen loyal adalah ceruk uang yang harus dijaga. Untuk itu, maka Anda harus memelihara customer seperti raja dengan cara mendengarkan pendapat mereka, menyediakan solusi bagi kebutuhannya, dan senantiasa memberikan layanan terbaik. Dengan cara tersebut, customer akan betah dan tidak akan berpindah ke lain hati.
Yang terakhir, berikan evaluasi. Jika Anda bekerja dalam tim, maka berikanlah masukan kepada tim produksi atau penyedia barang dan jasa, agar kualitas produk yang dijual dapat terus meningkat. (dt-niar)

Sumber : kaltimpost.co.id

Artikel Terkait
Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Isi masukan dengan tanda *


SARAN

Masukan saran anda

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung hari ini : 27
Hits hari ini : 153
Total pengunjung : 44309
Total Hits : 814796
HUBUNGI KAMI
Jl. Basuki Rahmat No. 55 Kode Pos 75117.
Kotak Pos 1049.
SAMARINDA
E-mail : indagkop.kaltim@gmail.com
Telp (0541) 742482 - 206335 Fax (0541) 742495.
© Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Timur - 2015