SEKILAS INFO
Sekilas Info
*Selamat datang di website baru kami, nikmati segala kemudahan dalam pencarian informasi yang kami sajikan.
Empat Kampung Digital UMKM Didirikan di Kaltim
Responsive image
umum wub,umkm,koperasi

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto dan Muhammad Afridho Septian

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur sangat strategis ditinjau dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Laporan yang diterima Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Kaltim, penyerapan kerja sektor UMKM mencapai 68 persen dari total angkatan kerja.

Tak hanya itu, sektor UMKM juga mampu memberikan andil sebesar 12 persen dalam PDRB Kaltim.

Untuk menunjang perkembangan tersebut, Disperindagkop-UKM membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM) di Jalan DI Pandjaitan, Samarinda.

"Kita meresmikan kantor ini sebagai pusat layanan usaha terpadu untuk UMKM. Selain itu kita juga meluncurkan dua kampung UKM Digital yakni amplang dan sarung tenun Samarinda. Nanti tempat-tempat yang lain akan mengikuti," ujar Fuad Asaddin, Kepala Disperindagkop-UKM Provinsi Kaltim, Kamis (4/5/2017).

Disperindagkop dan UKM Kaltim juga mengadakan pelatihan bagaimana melakukan pemasaran secara online.

Ia berharap ke depannya pemerintah kabupaten/kota melakukan hal sama.

"Dengan cara seperti ini harapan kita dapat memberikan informasi maupun pemahaman kepada masyarakat bahwa pemerintah memiliki kepedulian," tutur Fuad.

Pemerintah juga memiliki fasilitas yang bisa dimanfaatkan. Termasuk PLUT-KUMKM sebagai tempat konsultasi dan fasilitasi terkait produksi, packaging, promosi, dan seterusnya.

 

Selain gedung utama berlantai dua, Fuad menjelaskan fasilitas PLUT-KUMKM juga memiliki gedung asrama untuk mengakomodir peserta pelatihan kita yang dilengkapi dengan Wi-Fi.

Tak hanya itu, gedung ini pun dilengkapi mesin-mesin untuk memproduksi rotan, keramik, dan-lain lain.

"Ini kita sediakan untuk menunjang kebijakan pemerintah di sektor UKM. Ini memang bangunan lama yang dibangun dengan APBD, makanya PLUT ini menjadi PLUT mandiri. Ini program pemerintah pusat sebenarnya tapi karena kita sudah mengawali dengan APBD makanya dianggap mandiri," ujarnya lagi.

Secara teknis, Kampung Digital UKM merupakan komunitas pelaku UKM, atau sentra UKM, yang mendapat bantuan dari PT Telkom.

Bantuan tersebut berupa pembinaan, koneksi Internet serta, aplikasi yang memudahkan para pelaku UKM bertumbuh kembang.

Di Kaltim ada empat Kampung Digital UKM. Satu diantaranya kawasan Citra Niaga, Samarinda.

Di Kampung UKM Digital ini ada fasilitas broadband learning centre, di mana pelaku UKM bisa belajar bagaimana memanfaatkan internet untuk mendukung usaha mereka.

Kemudian ada fasilitas internet, dan terakhir ada aplikasi. Demikian dikemukakan GM Mikro Bisnis, Telkom Indonesia, Adrian Sani Harahap.

Aplikasi tersebut, berupa point of sales alias outlet berjualan di dunia maya, aplikasi akunting, hingga aplikasi pemasaran secara online yakni Belanja.com.

 

"Persoalan yang dihadapi UMKM untuk berkembang ada tiga hal. Pertama capital (modal), competent (kompetensi), dan terakhir commerce (pemasaran). Nah, kami berharap, kehadiran Telkom di Kampung Digital ini bisa membantu dari sisi pemasaran produk secara online," urai Adrian.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Setyowati mengatakan, pelaku UKM wajib memanfaatkan digitalisasi, jika ingin bertumbuh kembang.

"Karena pasar besar ada di Internet. Jika tidak masuk ke situ, ya wassalam," katanya.

Menurut Yuana untuk membantu kampung digital, pihaknya telah menyalurkan dana APBN membayar honor konsultan bagi UKM selama 3 tahun.

Kementerian Koperasi dan UKM sangat terbantu dengan Program Kampung Digital milik Telkom. Khusus untuk Kaltim, provinsi ini memiliki potensi UMKM yang sangat besar.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Fuad Asaadin mengatakan jumlah UMKM di Kaltim melonjak sejak 2013 lalu.

"Sejak pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan yang memudahkan UMKM," kata Fuad.

Saat ini, kata Fuad, jumlah UMKM yang teregistrasi di Disperindagkop Kaltim, mencapai 313 ribu unit.

"Oleh sebab itu, para pelaku UMKM ini harus bisa memanfaatkan internet," tutur Fuad.

Klinik UMKMKaltim resmi memiliki Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Lokasinya di Jalan DI Pandjaitan.

 

PLUT ini, berfungsi layaknya klinik kesehatan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kalau Kementrian Kesehatan punya puskesmas, kalau orang mau pintar ada SD Inpres, maka Kementrian Koperasi dan Pemda punya PLUT untuk usaha," kata Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Setyowati, Kamis (4/5/2017).

Menurut Yuana, Kaltim merupakan daerah yang perdana menjalankan pendirian klinik bisnis bagi UKM yang sinergi dengan program PLUT yang telah terstandarisasi.

Saat ini, PLUT sudah hadir di 51 lokasi yang tersebar 24 provinsi dan 27 kabupaten/kota.

Dan, 88 Pemerintah Daerah yang tahap usulkan PLUT.

"Jadi, implementasi PLUT ini kita siapkan konsultan untuk UKM, pembiayaan, pemasaran dan tim IT. Tujuan akhirnya adalah bagaimana UKM bisa punya jaringan bisnis dengan pelaku bisnis lainnya seperti ritel modern, eksportir, trading house, hotel dan restoran," kata Yuana.

Yuana berharap, kehadiran PLUT bisa membantu meningkatkan kompetensi pelaku UMKM. Terutama, dalam hal pemanfaatan teknologi.

"Tiap hari bisa pelatihan di PLUT ini oleh Kadin. Biayanya ditanggung Kadin. Bahkan, bila perlu, tim Pak Fuad (Disperindagkop), masuk ke sentra-sentra UKM dan menjadikannya Kampung UKM Digital," tutur Yuana.

Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pengembangan Koperasi dan UKM (P2KUKM), Erwin Dharmawan, mengatakan PLUT juga berfungsi mendampingi pelaku UKM, maupun calon pelaku UKM.

"Jadi ada yang mau usaha nih, tapi tidak punya modal. Datang saja ke sini. Kita bantu mengurus izin usaha ke camat. Kan cuma satu lembar tuh. Kalau sudah punya izin itu, kemudian kita antar ke bank untuk mendapat fasilitas kredit," kata Erwin.

Dioperasikan beberapa waktu lalu, menurut Erwin, belum banyak UMKM yang memanfaatkan PLUT ini.

"Mungkin belum banyak yang tahu," katanya lagi.

Pelaku UMKM yang datang, kata Erwin, punya keluhan beragam. Termasuk, melonjaknya harga bahan pokok.

"Ada yang mengeluh harga minyak goreng naik dan lainnya. Ya kita bantu fasilitasi dengan pabrikan minyak goreng langsung, biar dapat harga yang miring," kata Erwin. (*)

Artikel Terkait
Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Isi masukan dengan tanda *


SARAN

Masukan saran anda

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung hari ini : 31
Hits hari ini : 136
Total pengunjung : 45820
Total Hits : 830729
HUBUNGI KAMI
Jl. Basuki Rahmat No. 55 Kode Pos 75117.
Kotak Pos 1049.
SAMARINDA
E-mail : indagkop.kaltim@gmail.com
Telp (0541) 742482 - 206335 Fax (0541) 742495.
© Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Timur - 2015