SEKILAS INFO
Sekilas Info
*Selamat datang di website baru kami, nikmati segala kemudahan dalam pencarian informasi yang kami sajikan.
Wawancara Pengembangan Kampung Digital
Responsive image
umum wub,umkm,koperasi

PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL & MENENGAH

Peluang keuntungan pelaku usaha, akan bisa meningkat bilamana jumlah penjualan barang dan jasa nilainya besar. Nilai yang besar bisa diraih bilamana jumlah pelanggan banyak dan cakupan pasarnya luas. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan pembinaan usaha.

Jumlah penjualan yang besar bisa dicapai bilamana jenis, kualitas serta harga barang dan jasa yang ditawarkan tersebut sesuai dengan permintaan konsumen. Konsumen akan membeli bilamana melihat, dan mengenal serta tertarik sehingga memutuskan untuk membeli barang dan jasa dimaksud. Agar konsumen dapat melihat, mengenal dan tumbuh minat, sehingga memutuskan untuk membeli maka promosi dan pemasaran perlu mendukung upaya tersebut.

Dalam aktivitas bisnis ini secara umum nampak keterkaitan erat antara produsen, pemodal, conectivity, media elektronik dan cetak, dukungan regulasi dan litbang.

Pengembangan Kampung Digital UKM

Kampung Digital UKM adalah pemanfaatan teknologi informasi secara komprehensif dan terintegrasi dalam mendukung proses binis UKM yang berjalan di centra UKM, atau UKM yang terpusat dilokasi tertentu dalam rangka mewujudkan jutaan UKM yang Maju, Mandiri dan Modern.

Pemanfaatan teknologi informasi secara komprehensif dan terintegrasi ini, diarahkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah, pebisnis, UKM, akademisi/litbang dan media massa. Atau dengan rumus ABC-GM yaitu dengan melibatkan para pihak-pihak A=akedemisi (kampus), B=Bisnis (Telkom, Perbankan), C=Comunitas (UKM) serta G=Goverment (pemerintah) dan pihak Media (cetak,elektronik dan online).

Koordinator pelaksanaan kegiatan ini adalah Kementrian Koperasi dan UKM RI, bekerjasama dengan Telekom Indonesia dan pihak-pihak terkait. Sedangkan didaerah dapat dilakukan oleh dinas-dinas yang menangani Koperasi dan UKM, terutama lembaga yang di bentuk sebagai Pusat Layanan Usaha Terpadu yang berperan sebagai fasilitator, mediator dan koordinator, antara pelaku/komunitas dengan lembaga-lembaga terkait.

Untuk merealisasikan kampung digital UKM ini, perlu dilakukan implementasi dan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Implementasi dari Kampung UKM Digital ini ditandai dengan beberapa parameter diantaranya:

1). Tersedianya jaringan infrastruktur telekomunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Kampung UKM;

2). Adanya wadah komunitas/volunteer UKM; dan

3). Dilakukan pemanfaatan solusi dan layanan Teknologi Infomasi di dalam lingkungan Kampung UKM "

Sedangkan Implementasi Kampung UKM Digital ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pentahelix stakeholder yang ada diantaranya Pemerintah, Komunitas, Pelaku Bisnis, Akademisi dan juga Media. Semua pihak ini diharapkan dapat berkolaborasi untuk memajukan UKM melalui pemanfaatan ICT yang dilakukan.

Tahapan Implementasi dari Kampung UKM Digital ini diantaranya:

1). Inisiasi kerjasama dengan pentahelix stakeholder yang ada (Pemerintah, Komunitas, Pelaku Bisnis, Akademisi dan juga Media);

2). Penarikan jaringan infrastruktur ke lokasi Kampung UKM;

3). Pelatihan dan Pembinaan ICT untuk Pengelola Kampung UKM;

4). Implementasi layanan dan solusi ICT (portal online, bostoko, dan layanan ICT lainnya) di lingkungan kampung UKM;

5). Kerjasama dengan komunitas UKM lainnya dan stakeholder terkait untuk pembinaan bisnis;

6). Pengembangan atau duplikasi implementasi Kampung UKM Digital di Kampung UKM lain yang belum memanfaatkan ICT; dan

7). Penyediaan produk dan layanan lain untuk ekstensifikasi layanan UKM khususnya untuk business environment

Kaltim Mendorong UKM Berbasis Teknologi dan Informasi

Pada tahun 2016 jumlah UKM Kaltim sebanyak 313.000 unit UMKM, menyerap 68.85 persen pekerja di Kalimantan Timur, dengan menyumbang 12,27 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto. UMKM di Kaltim menyebar di 10 kabupaten/kota, terbesar di Samarinda 83.000 unit disusul Balikpapan sebanyak 57.000 unit.

Pada saat ini (2017) Kalimantan Timur baru memiliki 5 Kampung Digital UMKM, yang tersebar di Samarinda dan Kukar. Di Samarinda di ada 2(dua) yaitu Sentra Kain Tenun, dan Sentra Amplang, dan 3(tiga) di Kabupaten Kukar yaitu di Handil, Muara Badak dan Sanga-sanga. Dalam waktu dekat akan kita lakukan Launching pengembangan Kampung Digital ini, sekaligus pembukaan titik baru di Citra Niaga.

Launching Kampung Digital UKM Kaltim baru di resmikan oleh Deputi Restrukturisasi Bidang Usaha, Ibu Yuana Sutyowato, mewakili Menteri Koperasi dan UKM RI, Kamis 4 Mei 2017, yang lalu di UPTD P2KUKM Dinas Perindagkop & UKM Provinsi Kaltim di Jalan Panjaiatan Samarinda. Setelah Launching kemarin, banyak pihak merespon positif atas Launching dan upaya pengembangan Kampung Digital UKM tersebut. Sehingga, malam ini Sabtu, 5 Mei 2017, kami diminta sebagai Narasumber di TVRI Samarinda, menyampaikan kepada Pemirsa Tentang Kampung Digital UKM, dan hubungannya dalam mengembangkan bisnis mikro, kecil dan menengah di Kaltim. Kami hadir bersama-sama dengan ibu Anissa Wahyuni, S.IP. MM, staf pengajar di Universitas Mulawarman sebagai akademisi dan pelaku usaha. Acara “Publika” ini dipandu oleh Saudara Edwin dari Stasiun TVRI Kaltim di Samarinda.

 

Artikel Terkait
Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Isi masukan dengan tanda *


SARAN

Masukan saran anda

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung hari ini : 30
Hits hari ini : 104
Total pengunjung : 45819
Total Hits : 830697
HUBUNGI KAMI
Jl. Basuki Rahmat No. 55 Kode Pos 75117.
Kotak Pos 1049.
SAMARINDA
E-mail : indagkop.kaltim@gmail.com
Telp (0541) 742482 - 206335 Fax (0541) 742495.
© Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Timur - 2015