SEKILAS INFO
Sekilas Info
*Selamat datang di website baru kami, nikmati segala kemudahan dalam pencarian informasi yang kami sajikan.
PEMBANGUNAN INDUSTRI : HILIRISASI INDUSTRI
Responsive image
umum industri

Indonesia memiliki visi dalam pembangunan nasional, menjadi Negara Industri tangguh tahun 2035. Keberhasilan terwujudnya visi ini ditandai dengan struktur industri yang kuat, dalam, sehat dan berkeadilan. Memiliki daya saing tinggi ditingkat global, serta berbasis inovasi dan teknologi.

Untuk mewujudkan visi ini, Pemerintah melaksanakan beberapa misi peningkatan, perkuatan jaminan dan pembukaan baik internal industri, dalam perannya memperkuat perekonomian nasional maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah selain melakukan peningkatan didalam program dan kegiatan industri, juga akan menjamin kepastian berusaha, persaingan yang sehat, serta mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok atau perseorangan yang merugikan masyarakat, membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahgteraan masyarakat secara berkeadilan.

Strategi nasional dalam mencapai visi pembangunan industri diatas, diantaranya adalah mengembangkan industri hulu dan industri antara berbasis sumber daya alam, menetapkan wilayah pengembangan industri, dan menyediakan langkah-langkah alternatif berupa perumusan kebijakan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pemberian fasilitas kepada industri kecil dan industri menengah.

Tulang punggung pembangunan Industri nasional tahun 2035, masih berada di Pulau Jawa, selebihnya diluar Pulau Jawa, dimana Kalimantan Timur ikut berperan sesuai dengan potensinya.

Hilirisasi Industri

Kalimantan Timur memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beragam. Baik potensi minyak dan gas, maupun non migas seperti pertanian dalam arti luas, perikanan dan kehutanan. Kalimantan Timur memiliki 19 komoditi potensial, beberapa diantaranya merupakan komoditi unggulan non migas daerah, seperti sawit dan karet dibidang perkebunan, dan sawn timber dan plywood dibidang kehutanan. Sedangkan potensi migas diantaranya methanol dan pupuk, serta komoditi potensial lainnya seperti industri pariwisata.

Melihat telah berkembangnya idustri dasar baik dibidang perkebunan, dan kehutanan serta aneka industri diatas maka Kalimantan Timur memiliki peluang untuk meningkatkan produk turunan dan hilirisasi industri. Hilirisasi adalah proses pengolahan dari bahan setengah jadi menjadi bahan jadi, sehingga memberikan nilai tambah yang besar. Hilirisasi menjadi arah perwujudan visi pembangunan Industri Kaltim dalam beberapa tahun kedepan.

Terwujudnya hilirisasi industri non migas berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan, bernilai tinggi dan berwawasan lingkungan merupakan visi yang ingin diwujudkan Kaltim pada tahun 2020. Visi ini merupakan penjabaran lebih lanjut, kebijakan nasional dalam pembangunan Industri tahun 2035. Untuk mewujudkan visi pembangunan industri Kaltim, maka pembangunan industri Kaltim di fokuskan pada 3(tiga) agenda, masing-masing 1). Mengembangkan industri baru (alternatif) dari bahan baku yang tersedia dan terbarukan; 2). Mengembangkan hilirisasi industri; dan mencari dan menciptakan turunan dari industri yang sudah existing;

Beberapa industri unggulan prioritas, Pertama : Industri Hulu Agro, dengan jenis industri produk turunan CPO; Kedua, Industri Aneka dengan jenis industri pengolahan karet dan barang dari karet; dan Ketiga : Pengolahan plywood dan sawn timber, dengan jenis industri overlaid plywood, furnitur/komponen furnitur dan alat-alat pendidikan, olahraga, rumah tangga, mainan dari kayu;

Sasaran dan Kegiatan Pembangunan Industri

Sasaran pembangunan industri secara nasional, diharapkan tumbuh sebesar 8,5 persen, diluar pulau Jawa diharapkan dapat menyumbang sebesar 0,37 persen, dengan nilai tambah industri meningkat 29,9 persen pada tahun 2020. Untuk menjabarkan lebih lanjut sasaran-sasaran nasional ini, maka beberapa sasaran pembangunan Industri Kaltim difokuskan pada 3(tiga) hal, Pertama pertumbuhan dan kedua meningkatnya distribusi industri non migas terhadap Produk Domestik Regional Bruto, dan Ketiga, terbukanya peluang usaha dan perluasan penyerapan tenaga kerja .

Pertumbuhan Industri Kaltim, diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan investasi, dan jumlah populasi industri. Melalui peningkatan ini, diharapkan kontribusi dan peran industri terhadap ekonomi dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Untuk mendorong pertumbuhan, ditribusi dan terbukanya peluang usaha dan kesempatan kerja melalui pembangunan industri ini, maka diarahkan pengembangan kawasan-kawasan Industri strategis sebagai berikut : 1). Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yang diharapkan dapat membangkitkan hilirisasi produk kelapa sawit ; 2). Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung; 3). Kawasan Industri Perdagangan dan Jasa Samarinda; 4). Kawasan Industri Berbasis Migas dan Kondensat Bontang; 5). Kawasan Industri Pariwisata Kepulauan Derawan; 6). Kawasan Industri Berbasis Pertanian Paser dan PPU; dan 7). Kawasan Industri Pertanian Kukar dan Kubar; selain mendorong pengembangan kawasan industri diatas, juga perlu didorong pengembangan 8). Kawasan Strategis Perbatasan Mahakam Ulu;

Dibutuhkan pembangunan Infrastruktur; Pertama Mendorong upaya percepatan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 35 GW melalui penajaman identifikasi terhadap kendala yang dihadapi dan membentuk Tim Percepatan Pembangunan di daerah; Kedua, Perizinan mendorong implementasi pelayanan terpadu satu pintu untuk penyelesaian perizinan pembangunan proyek kelistrikan; Ketiga, Pembebasan tanah untuk kepentingan umum dilakukan oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah; dan Keempat, Mendorong percepatan penyerapan fiskal, terutama proyek infrastruktur daerah.

Sedangkan Human Capital, dieprlukan Pertama, Memperkuat dan memperbanyak sekolah kejuruan untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang lebih spesifik; Kedua, Memperluas dan mengoptimalkan pemanfaatan lembaga pendidikan non-formal.

Pembangunan KEK Maloy dan dorongan hilirisasi industri

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yang diharapkan dapat membangkitkan hilirisasi produk kelapa sawit. Seperti Produk turunan CPO, dan pakan ternak. Produk turunan CPO, diantaranya olein, seperti minyak goreng, dan minyak salad. Fatty acid meliputi biodesel oil (softener, plastik, shampoo, pharmaceuticals dan kosmetik), Myristic acid : sabun dan bahan parfum.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), akan dapat berperan bilamana berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang aktivitas seperti infrastruktur, dan fasilitas yang diperlukan didaerah ini, telah tersedia. Infrastruktur jalan, pelabuhan, listrik, jaringan telekomunikasi, dan informasi, dan air bersih. Fasilitas lain

Kawasan KEK Maloy, terhampar diatas lahan seluas 557,34 ha, di Kutai Timur dengan status lahan telah dibebaskan dan BPN sedang memproses sertifikasi HPL. Beberapa infrastruktur, fasilitas dan kelembagaan yang telah telah dibangun diantaranya : jalan rigid beton 3,3 km, Sarana perkantoran, Menara telekomunikasi, guest house, pelabuhan sisi darat, kelembagaan KEK, Dewan Kawasan KEK Provinsi, Sekretariat dan Badan Usaha Pembangunan dan Pengelolaan telah ditetapkan. Sedangkan yang tengah diupayakan dibangun, diantaranya jalan kawasan, pintu gerbang, sumur dalam, pelabuhan curah, pelabuhan multy purpose, jaringan transmisi pipa dari sekerat, dan peningkatan/penanganan rutin jalan Nasional Sangatta – Maloy.

Selain itu terkait dengan hilirisasi diatas, keberadaan pembangunan tanki timbun menjadi penting. Tanki timbun diperlukan untuk menampung ketersediaan CPO, sebagai bahan baku olahan turunan dan pakan ternak. Pada saat ini pembangunanya, belum dapat dilakukan karena keterbatasan dana dan penyesuaian penyelesaian fasilitas ini, dengan berfungsinya pelabuhan dan berkembangnya investasi industri hilir dikawasan ini.

Setelah melakukan ground breaking pabrik singkong/pengolahan singkong 3 April 2017 yang lalu, tanggal 5 Mei 2017 yang lalu, kembali dilakukan ground breaking terhadap tiga pembangunan infrastruktur fundamental yaitu pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, pembangunan pabrik ethanol dan yang terakhir pembangunan pabrik crude palm oil dan turunannya.

Proyek-proyek strategis yang diresmikan pembangunannya oleh gubernur , yaitu : Pembangunan PLTU Maloy dan jaringan listrik dilakukan oleh PT Maloy Energi Investama, PT Moa Maju Kreasi Utama, PT Maloy Niaga PLTU 1 dan PT Maloy Niaga PLTU 2. PLTU ini nantinya akan memanfaatkan potensi batubara sebagai bahan baku pembangkit yang disuplai PT Moa Maju Kreasi Utama. Sementara pabrik ethanol oleh ProConne GmbH Swiss yang akan dikembangkan berkapasitas produksi 240 ribu ton pertahun memanfaatkan batubara berkalori rendah. Sedangkan pabrik crude palm oil (CPO) dibangun PT Kaltim Agro Mina Nusantara (KAMN) bekerjasama dengan PT IPS sebagai penyuplai kelapa sawitnya. Melalui KAMN seluruh CPO yang dihasilkan pabrik kelapa sawit akan diolah menjadi berbagai produk turunan kelapa sawit.

Dalam upaya penguatan, dan percepatan hilirisasi Industri di Kalimantan Timur perlu didorong, dan ditingkatkan beberapa langkah-langkah sebagai berikut : Pertama, Komitmen pemerintah pusat, antara lain prioritas alokasi anggaran dan insentif untuk swasta dalam melakukan pembangunan di luar Jawa; Kedua, Memperkuat komitmen pemerintah daerah yang tercantum di dalam arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan tahapan yang jelas untuk pengembangan industrialisasi; Ketiga, Percepatan penyelesaian dan harmonisasi Rencana Tata Ruang Wilayah antara Pusat, Provinsi dan kabupaten kota; Keempat, Melanjutkan percepatan reformasi birokrasi untuk mendukung perbaikan iklim investasi, terutama dalam hal memberikan kemudahan perizinan, pengadaan lahan, dan kepastian usaha; Kelima, Mempercepat penerapan Perizinan Terpadu Satu Pintu di daerah sehingga proses perizinan dapat terlaksana dengan cepat dan efisien. Membangun persepsi positif investor melalui penerapan program investor relations yang terarah; Keenam, Mempercepat pembangunan infrastruktur listrik, jalan dan bandara serta pelabuhan yang mendukung daya saing industri domestik; dan Ketujuh, Pemerintah diharapkan mendukung penelitian dan teknologi untuk pengembangan hilirisasi.

Artikel Terkait
Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Isi masukan dengan tanda *


SARAN

Masukan saran anda

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung hari ini : 107
Hits hari ini : 352
Total pengunjung : 48179
Total Hits : 857398
HUBUNGI KAMI
Jl. Basuki Rahmat No. 55 Kode Pos 75117.
Kotak Pos 1049.
SAMARINDA
E-mail : indagkop.kaltim@gmail.com
Telp (0541) 742482 - 206335 Fax (0541) 742495.
© Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Timur - 2015