SEKILAS INFO
Sekilas Info
*Selamat datang di website baru kami, nikmati segala kemudahan dalam pencarian informasi yang kami sajikan.
Penggunaan Elpiji Bersubsidi Ditertibkan
Responsive image
kegiatan perlindungan-konsumen,perdagangan

Samarinda – Dunia industri di Kaltim hingga kini masih banyakk yang menggunakan gas elpiji 3 kg untuk kebutuhan bahan bakar mereka. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM(Disperindagkop dan UMKM) Kaltim bersama Pertamina dan Hiswana Migas Samarinda melakukan inpeksi mendadak (sidak) kesejumlah titik terkait penggunaan gas melon bersubsidi, Senin (11/9).

Dari empat titik lokasi yang di datangi, tiga diantaranya memakai elpiji bersubsidi 3 kg. Salah satu rumah makan yang disidak memiliki lebih dari 54 tabung gas , kg yang bukan menjadi haknya untuk memakai barang tersebut. Penyalahangunaan pemakaian tabung elpiji 3kg di antaranya banyak dilakukan oleh rumah makan besar dan industri.

Padahal, gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi  keluaarga miskinyang memiliki penghasilan di bawah Rp 1,5 juta dalam sebulan. Penyalahangunaan pemakaian gas elpiji 3 kg tersebut, kerap membuat banyak keluhan keluarga miskin kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kg seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“itulah kenapa kita melakukan pengawasan jangan sampai gas 3 kilo bersubsidi tersebut jatuh ke tangan – tangan yang tidak berhak. Seperti industri dan rumah makan,” ujar kepala Disperidagkop dan UMKM Ir Fuad Asaddin melalui Kabid Perdagangan Elfina di sela – sela sidak.

Elfina tidak memungkiri ada kelangkaan elpiji bersubsidi dimasyarakat, sementara sidak ini menjadi salah satu tindakan preventif terkait kelangkaan. Pihaknya menegaskan, kalau memang pengguna yang tidak berhak ingin solusi, maka akan diganti dengan elpiji 5,5 kg. Bilamana mereka tidak mau, Disperindagkop mengeluarkan surat pernyataan dan diberi tenggat waktu.

“untuk di wilayah Samarinda gas elpiji 3kg mencapai harga Rp. 23 ribu sampai Rp. 25 ribu per tabung. Kami sarankan kepada para rumah makan ataupun industri yang menggunakan elpiji 3 kg di seluruh wilayah Kaltim untuk segera beralih  ke elpiji 5,5 kg ataupun 12 kg. Pertamina sendiri hingga kini masih ada promo penukaran dua tabung elpiji mendapatkan  tabung gas 5,5 kg dengan mengganti biaya isi ulang saja. Dan itu berlaku juga bagi rumah tangga,” tambahnya.

Dia menambahkan, jika sidak tersebut dilakukan tidak hanya untuk kalangan rumah makan semata. Tapi ke depan, akan dilakukan kegiatan yang sama di kalangan industri rumahan maupun pabrik – pabrik di Kaltim. Dia berharap, Disperindag di kabupaten/kota se-Kaltim juga melakukan hal yang sama. Sebab, belum lama ini pihaknya telah memberikan surat edaran kepada Kabupaten/Kota untuk terus melakukan pemantauan elpiji 3 kg tersebut.

Sementara itu, penyidik Pegawai Negeri Perlindungan Konsumen (PPNS PK) Disperindagkop dan UMKM Kaltim Marican Sitohang mengatakan, jika sidak yang dilakukan oleh Disperindagkop UMKM tersebut sifatnya masih seputar imbauan. Jika mereka masih tidak mengindahkan imbauan tersebut untuk beralih menggunakan gas elpiji 12 kg, akan diberi sanksi dari pemerintah maupun kepolisian.

“dalam waktu dekat, semua rumah makan dan industri yang ada di Kaltim akan kami beri surat imbauan. Jika masih tetap melanggar, biar pihak kepolisian yang melakukan penindakan. Mereka telah melakukan pelanggaran peraturan tentang

perlindungan konsumen,”terangnya. (az/din/k15)

 

Sumber : Koran Kaltim Post 13/9/2017

Artikel Terkait
Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Isi masukan dengan tanda *


SARAN

Masukan saran anda

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung hari ini : 177
Hits hari ini : 475
Total pengunjung : 40321
Total Hits : 772148
HUBUNGI KAMI
Jl. Basuki Rahmat No. 55 Kode Pos 75117.
Kotak Pos 1049.
SAMARINDA
E-mail : indagkop.kaltim@gmail.com
Telp (0541) 742482 - 206335 Fax (0541) 742495.
© Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Timur - 2015