Selasa, 24 Sep 2019, WITA
11 Jun 2019, 06:39:14 WIB, 162 View Eka Wahyuni Hersetya wati

SENTRA INDUSTRI KECIL MENENGAH SOMBER

Visi dan Misi Kota Balikpapan adalah menjadi kota perindustrian, perdagangan, jasa, pariwisata, dan pendidikan. Disamping itu Pemerintah Kota Balikpapan juga ingin mewujudkan kota yang nyaman dan layak huni. Untuk memperoleh hal tersebut, maka pembangunan di sektor industri perlu dilakukan melalui penataan yang berwawasan lingkungan.

Tahu tempe merupakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Rasa yang enak dan harga yang murah, membuat tempe disukai masyarakat Indonesia, sehingga tidak heran bila industri tahu tempe berkembang di setiap kota di Indonesia, termasuk di Balikpapan. Industri tahu tempe yang berkembang di perkotaan selalu menimbulkan berbagai permasalahan antara lain penurunan estetika lingkungan (kumuh), timbulnya bau akibat air limbah produksi, dan meningkatnya potensi kebakaran.

Demi mewujudkan kota yang nyaman dan layak huni, keberadaan industri tahu tempe ini harus ditata. Dalam rangka penataan industri tahu tempe ini, Pemerintah Kota Balikpapan mengembangkan Sentra Kawasan Industri Kecil Somber (SIKS) yang dibangun diatas lahan seluas 9 Ha, status kepemilikan lahan ini adalah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama Pemerintah Kota Balikpapan.

Dalam pengembangannya, SIKS ke depannya tidak hanya menampung pengrajin tahu tempe saja, tetapi juga untuk industri kecil lainnya diutamakan industri kecil yang berpotensi mencemari lingkungan di perkotaan.

Kelompok Industri yang akan dikembangkan di SIKS

Kelompok Industri

Jenis Industri

A. Industri Makanan

  • Tahu Tempe
  • Kripik Tempe Tahu
  • Kacang Kedelai Goreng
  • Nata de Soya
  • Tape Singkong dan Ketan
  • Kue Kering/Basah
  • Stik Tahu
  • Susu Kedelai
  • Tofu
  • Pakan Ternak/Ikan

B. Industri Perbengkelan

Perbengkelan

C. Industri Pengolahan Kayu

Pengolahan Kayu (beckled, meubel,dll)

D. Industri Briket Batu Bara

Briket Batu Bara

E. Industri Pengolahan Limbah

  • Kompos, Biogas
  • Bahan Bangunan dari Semen
  • Percetakan dan Sablon
  • Konveksi dan Penjahitan

 

Proyeksi jenis industri yang akan menempati SIKS

Industri

Jumlah

Industri Tahu Tempe

107 Unit

Industri Mainan

38 Unit

Industri Briket/Bengkel/Jasa/Pengolahan Limbah

11 Unit

Industri Pengolahan Makanan Kering

17 Unit

Industri Pengolahan Makanan Basah

51 Unit

Total

244 Unit

 

Sarana Prasarana di Sentra Industri Somber

1. Lahan

Lahan yang dikuasai oleh Pemerintah Kota Balikpapan seluas 9 Ha

2. Jalan

Sepanjang 1.300 m

3. Drainase

Sepanjang 2.600 m

4. Gudang 1 (satu) unit

5. Gedung/Kantor 1 (satu) unit

6. Masjid

7. Rumah Produksi

Terbangun 94 unit Rumah Produksi dari total 224 unit

8. Instalasi Air Bersih

Perkiraan kebutuhan air pada SIKS sebesar 9,6 L/d, Pemkot Balikpapan telah membangun sumur dalam (kedalaman 148 m), terdapat 2 unit sumur dalam dengan kapasitas debit 2 L/d dan 1 unit sumur dalam kapasitas debit 5 L/d

9. Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAB)

Pengolahan air bersih di SIKS dilakukan dengan membangun tandon air  kapasitas 400 m3 yang dirancang khusus menggunakan sekat-sekat. Disamping untuk menyimpan air, tandon bersekat ini juga berfungsi untuk memperpanjang aliran air, dengan demikian waktu tinggal menjadi lebih lama, sehingga terjadi pengendapan partikel pengotor tanpa harus menggunakan bahan kimia. Dengan terjadinya pengendapan ini maka diperoleh air bersih yang selanjutnya ditampung dalam tandon kapasitas 150 m3, dan siap dialirkan ke rumah produksi.

10. Jaringan Listrik Non PLN

Sebagai sumber listrik cadangan apabila listrik dari PLN mengalami gangguan/pemadaman

11. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Limbah industri tahu tempe terdiri dari limbah padat dan cair. Limbah padat digunakan untuk pakan ternak. Sedangkan limbah cair berpotensi untuk dijadikan biogas.

 

 

 

 

 

           Instalansi Pengelolaan Air Limbah

 



Rakor Indagkop Tahun 2018 Senin, 13 Agu 2018 - Dilihat 516 Kali