SEKILAS INFO
Sekilas Info
*Selamat datang di website baru kami, nikmati segala kemudahan dalam pencarian informasi yang kami sajikan.
PENDAMPINGAN KUKM MENGAKSES KUR

Dalam upaya menjawab permasalahan yang di hadapi oleh mayoritas usaha Mikro , kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) yang memiliki usaha yang layak namun sulit untuk memperoleh bantuan kredit/ pembiayaan dari perbankan, maka pada tanggal 5 Nopember 2007 Presiden Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program kredit usaha rakyat (KUR). Program ini diperuntukan bagi UMKMK yang memiliki usaha yang  layak (feasible) namun belum bankable ,terutama karena kesulitan dalam penyediaan agunan.

Sampai dengan saat ini program KUR sampai dengan bulan Desember 2011 telah tersalur sebesar Rp 63,42 triliun kepada 5.722.472 debitur UMKMK tang tersebar diseluruh provinsi . dari data tersebut diatas menggambarkan bahwa program KUR telah berhasil membuka akses pembiayaan bagi UMKMK yang selama ini belum bankable, selain itu dengan  adanya Program KUR telah menambah sumber pembiayaan bagi UMKMK di seluruh provinsi dan mengurangi ketergantungan UMKM dari rentenir.

Program KUR dimaksud untuk memperkuat kemampuan permodalan UMKMK melalui penerapan skim penjamin kredit , yang dalam pelaksanaanya dilakukan oleh 33 bank pelaksana yaitu 7 bank umum/syariah nasional ( BRI,BNI, BTN , Bank Mandiri, Bukopin , Bank Syariah Mandiri , dan BNI Syariah ) serta 26 Bank Pembangunan Daerah .

Melihat manfaat yang dihasilkan dalam pelaksanaan program KUR maka Presiden Republik Indonesia   telah menetapkan Penyaluran KUR sebagai program prioritas pemerintah dalam pemberdayaan UMKMK selama periode 2010 – 2012 .

Dalam pelaksanaan penyaluran KUR bagi UMKMK sampai dengan saat ini menghadapi beberapa kendala dan permasalahan , yang dihadapi UMKMK tersebut. Antara lain adalah keterbatasan UMKMK dalam penyiapan administrasi perkreditan dalam mengajukan KUR sehingga dibutuhkan adanya pendampingan .

TUJUAN PENDAMPINGAN KUR.

Memberikan pendampingan UMKMK di wilayah  pelayanan koperasi yang membutuhkan tambahan pembiayaan bagi pengembangn usahanya melalui program KUR. 

 

GAMBARAN UMUM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)

  1. Kredit Usaha Rakyat  adalah Pembiayaan /Kredit modal kerja dan/atau investasi kepada

UMKMK di bidang usaha yang produktif dan layak namun belum bankable yang sebagian dijamin perusahaan penjamin.

     2. Usaha Produktif , usaha layak dan belum bankable adalah

Usaha produktif :  usaha untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memberikan nilai tambah dan meningkatan pendapatan bagi pelaku usaha.

Usaha layak : usaha calon debitur yang menguntungkan /memberikan laba sehingga mampu membayar bunga/marjin dan mengembalikan seluruh hutang/kewajiban pokok kredit /pembiayan dalam jangka waktu yang di sepakati bank pelaksana dengan debitur KUR.

Belum Bankable adalah UMKMK yang belum dapat memenuhi persyaratan perkreditan / pembiayaan dari bank pelaksana  antara lain dalam hal penyediaan agunan dan pemenuhan persyaratan perkreditan/pembiayan yang sesuai dengan kententuan bank pelaksana.

    3.   KUR bukan merupakan hibah pemerintah kepada masyarakat.

n

    4. & nbsp; Pihak Yang terkait dalam program KUR Yaitu Kementerian coordinator Bidang perekonomian        sebagai ketua komite kebijakan, kementerian terkait ( kementrian keuangan, kementerian Negara dan UKM , Kementerian Pertanian , Kementerian Kehutanan , kementerian kelautan dan perikanan   , kementerian perindustrian, kementerian BUMN , kementerian Perdagangan ), BPKP, Bank Indonesia , Bank Pelaksana dan perusahaan penjamin.

    5    Bank Penyalur KUR adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (persero ) Tbk, PT. Bank Mandiri (persero)  Tbk. PT Bank Negara  Indonesia  (persero) Tbk, PT Bank Syariah Mandiri , Bank BNI Syariah dan  26 Pembangunan Daerah  yaitu :

    1. PT. Bank DKI.
    2. PT. Bank Nagari.
    3. PT. Bank Jabar Banten.
    4. PT. Bank Jateng.
    5. BPD. DIY
    6. PT. Bank Jatim.
    7. PT. Bank NTB
    8. PT. Bank Kalbar
    9. BPD Kalsel .
    10. PT Bank Kalteng.
    11. PT. Bank Sulus
    12. PT. Bank Maluku
    13. PT. Bank Papua

Pada Awal Bulan February Tahun 2012 bertambah 13 BPD lagi , yaitu :

  1. Bank Kaltim.
  2. Bank Sulsel
  3. Bank NTT
  4. Bank Lampung.
  5. Bank Bengkulu
  6. Bank Sumsel Babel
  7. Bank Riau Kepri
  8. Bank Aceh.
  9. Bank Sumut
  10. Bank Jambi
  11. Bank Bali
  12. Bank Sultra
  13. Bank Sulteng

 

Perusahaan Penjamin Manakah yag melakukan penjaminan KUR adalah PT. (persero) Asuransi Kredit Indonesia ( PT. Askrindo) dan Perusahaan Umum jaminan Kredit Indonesia ( perum Jamkrindo) Pada wala Februari Tahun 2012 bertambah perusahaan penjaminana Daerah ( jamkrida Jatim dan Jamkrida Bali )

 Manfaat KUR Bagi UMKMK dan Pemerintah membantu pembiayaan yang dibutuhkan oleh UMKM untuk Kegiatan usahanya  dan untuk pemerintah  adalah tercapainya percepatan perngembangan  sector riil dan  pemberdayaan UMKMK dalam rangka penanggulangan /pengentasan kemisinan dan membuka lapangan kerja .

Yang dapat Mengajukan KUR adalah para pelaku usaha yang berada dalam skala usaha mikro , kecil menengah dan koperasi .

 

 PENDAMPING KREDIT

Pengertian Pendamping Kredit adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendampingi UMKM dalam  upayanya memperoleh pendanaan kredit (kredit ) untuk mendukung usahanya. Pengertian pendampingan tidak mengantikan atau  mengambil alih peranan UMKM , Tetapi membantu mereka cari solusi terhadap permasalahan yang di hadapi .

 

PERAN PENDAMPING

  1. Membantu UKM untuk Menghitung Kebutuhan Pembiayaan dan besarnya kredit yang diperlukan.
  2. Membantu UKM mempersiapakan proposal pengajuan kredit ( permohonan Kredit ) permohonan kredit harus melampirkan Rencana Usaha ( Business Plan).
  3. Membantu UKM memahami perjanjian Kredit Disamping penjelasan Oleh Petugas Bank.
  4. Sebagai Mitra Bank : jembatan Penghubung Bank dengan UKM.

 

KONSULTAN KEUANGAN YANG KOMPETEN DAN EFEKTIF

Konsultan keuangan pendamping UKM harus Dapat melihat UKM sebagai suatu kesatuan , mampu menilai sekian variable yang saling terkait dan harus mampu berkomunikasi pemilik atau SDM kunci untuk mencapai hal2 yang spesifik

Ciri – cirri Konsultan Yang efektif

  1. Memberdayakan UKM bukn pengambil alihan manajemen.
  2. Selalu bersikap sebagai pendengar aktif yang terbuka khususnya tahap –tahap awal.
  3. Pendek jelas dan konsisten dalam bertanya jawab ( 3 C : consise , clear dan consistent)
  4. Terbuka terhadap hal – hal baru dan rutin yang dapat  terjadi dalam proses konsultasi
  5. Bekerjasama dengan klien untuk memecahkan masalah masalah praktis yang memang dapat teratasi .
  6. Sadar bahwa sewaktu waktu ada “ketidakmauan” (resistant) terhadap perubahan yang menurut anda perlu.
  7. Aturan main umpan balik perlu di tetapkan dengan klien dan perlu ditaati .
  8. Menyadari bahwa sebagai konsultan pendamping bukan mengambil alih sebagai pelaku mengantikan fungsi UKM.
SARAN

Masukan saran anda

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung hari ini : 30
Hits hari ini : 109
Total pengunjung : 45819
Total Hits : 830702
HUBUNGI KAMI
Jl. Basuki Rahmat No. 55 Kode Pos 75117.
Kotak Pos 1049.
SAMARINDA
E-mail : indagkop.kaltim@gmail.com
Telp (0541) 742482 - 206335 Fax (0541) 742495.
© Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Timur - 2015