Senin, 08 Mar 2021, WIB
Jumat, 15 Jan 2021, 15:42:03 WIB
Humas Perindagkopukm , Kategori : Seputar Indagkop, 39 View

Samarinda, Kayu ulin atau juga disebut bulian yang merupakan kayu besi dan tanaman khas Kalimantan. Kayu yang terkenal sangat kuat dan awet ini tidak hanya menjadi bahan baku dalam pembuatan Rumah atau furniture di Kalimantan tepatnya di Kalimantan Timur namun juga sangat terkenal kekhasan nya hingga luar negeri

Perusahaan Eksportir Kayu Ulin CV. Wana Karya Moulding and Woodworking di Samarinda telah berhasil menjual kayu ulin di berbagai Negara seperti Jepang, China hingga Australia. Hasil kayu yang telah diolah oleh Wana Karya ini telah memiliki sertifikasi legalitas kayu yang terakreditasi oleh KAN dan tergabung dalam Indonesian Swamill and Wood Working Association (ISWA) 

Direktur perusahaan Azharin mengatakan "sejauh ini rata-rata perbulan Wana Karya mampu mengekspor dua hingga tiga kontainer kayu ulin, dengan nilai satu kontainer mencapai 425 juta rupiah, kapasitas produksi hingga 2.000 kayu ini banyak memanfaatkan hasil hutan bukaan lahan perkebunan dan pertambangan yang berasal dari Kutai Timur, Kutai Barat dan area di Kalimantan Timur lainnya"

"ada penurunan hingga 50 persen permintaan kayu yang kita ekspor tahun 2020 kemarin, ini merupakan dampak dari pandemi covid-19 dimana banyak para pekerja diluar negeri tidak dipekerjakan karena anjuran Pemerintah setempat untuk berada dirumah saja" lanjut Azharin

"Pesanan di awal tahun 2021 pada bulan januari ini ada tujuh kontainer sekitar 113 kubik berasal dari Tokyo, Osaka dan Ghuang Dong sudah memesan kayu ulin senilai 3,4 milyar rupiah. Diharapkan tahun ini bisa meningkat dan supply bahan baku juga mencukupi untuk permintaan dari berbagai negara"

"Saat ini memang daerah Asia Timur banyak meminta kayu ulin dari pada kayu lain, untuk jenis kayu bengkirai kita juga sudah banyak mengirim ke negara-negara di Uni Eropa"

"Kayu ini dimanfaatkan oleh mereka untuk lantai, pagar dan kombinasi diberbagai struktur bangunan mereka" 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah H.M Yadi Robyan Noor menyebutkan "selama PSBB ini hampir seluruh industri di Indonesia mengalami  penurunan produksi hanya sebesar 25 persen, tapi Alhamdulillah Wana Karya masih bisa tetap ekspor hasil produksinya. Pemerintah ingin memberi fasilitas, banyak akses untuk para UKM seperti jalan tol untuk mempermudah distribusi barang, kita juga ingin ada keringanan harga angkut, semoga pemerintah bisa memfasilitasi hal tersebut"
 



Selasa, 12 Jan 2021, 15:42:03 WIB Oleh : Humas Perindagkopukm 102 View
Rapat Realisasi BPUM Tahun 2020
Senin, 04 Jan 2021, 15:42:03 WIB Oleh : Humas Perindagkopukm 32 View
Ekspor Industri Kayu di Kaltim Catatkan Transaksi US$69,1 Juta hingga November
Rabu, 22 Des 2020, 15:42:03 WIB Oleh : Humas Perindagkopukm 23 View
Pemulihan Ekonomi Nasional, LPDB Gandeng Kejati Kaltim



Tuliskan Komentar

Loading....


Testimoni Peserta Pelatihan Pengolahan Produk Makanan Senin, 23 Okt 2020 - Dilihat 69 Kali