Senin, 08 Mar 2021, WIB
Kamis, 13 Jan 2021, 08:06:31 WIB
Humas Perindagkopukm , Kategori : Seputar Indagkop, 40 View

Samarinda - Kepala Dinas Perindagkop UKM Prov. Kaltim H.M Yadi Robyan Noor didampingi Kepala Bidang Perdagangan Heni Purwaningsih dan Kepala Bidang Pengawasan Barang Beredar Hj. Rumiati mengunjungi pedagang cabai dan kedelai di Komplek Pasar Pagi, Segiri dan Distributor kedelai UD. Mahakam Lestari Rabu (13/01/2021) dalam rangka monitoring perkembangan harga cabai dan kedelai.

Harga cabai terpantau ada yang naik dan turun pada hari ini, di Kalimantan Timur tepatnya di Kota Samarinda harga cabai merah besar turun Rp. 35.000 per kilogram turun Rp. 10.000 per kilogram, harga cabai merah keriting mencapai Rp. 45.000 per kilogram turun Rp. 5.000 per kilogram dari pekan lalu tanggal 04 januari 2021.

Sebaliknya, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan mencapai Rp. 70.000 per kilogram dari Rp. 60.000 pada tanggal 4 januari 2021 atau naik sebesar Rp. 10.000 per kilogram nya

Menurut salah satu pedagang cabai di Pasar Segiri H. Arifin, pasokan cabai berasal dari Sulawesi karena harga lebih murah daripada kita ambil pasokan cabai dari Kepulauan Jawa, namun untuk saat ini cabai yang hari ini kita jual adalah dari Sulawesi. Harga Cabai rawit memang naik Rp. 65.000 sampai dengan Rp. 70.000 per kilogram nya, minggu-minggu ini beda dengan cabai merah besar yang turun di harga Rp. 35.000 per kilogram nya.

Selain itu untuk pasokan kacang kedelai aman, di pasar terdapat dua jenis kedelai yang beredar yakni kacang kedelai lokal dan kacang kedelai impor yang berasal dari Amerika.

Harga kacang kedelai dari distributor mencapai 9.700 per kilogram naik Rp. 1.700 dari harga normal Rp. 8.000 per kilogram. Menurut H. Munazar Distributor kacang kedelai UD Mahakam Lestari menyebutkan bahwa pasokan kedelai impor hingga februari aman, kenaikan harga salah satunya disebabkan oleh importir dan permintaan yang besar, belum lagi saat ini Negara Cina juga mengkonsumsi kedelai yang cukup banyak sehingga mengakibatkan kenaikan harga tersebut karena ketergantungan kita dengan kedelai impor tetapi barang ada hingga 100 ton tiap minggu, “Ini volume normal jika ada penambahan volume pasti akan terpenuhi" tuturnya saat diwawancarai.

"Masyarakat Kaltim dihimbau tidak panik melihat kenaikan harga kedelai dan cabai karena masih dibatas normal" ujar Roby.

Menurut data dari Dinas Perindagkop dan UKM Prov. Kaltim, konsumsi perkapita orang perbulan di Kaltim adalah 0,58 kilogram atau 0,02 kilogram per hari, sehingga kebutuhan Kaltim 2.181 ton perbulan, “Kita memiliki stok hingga 4.500 ton sehingga cukup sampai dengan februari 2021” ujar Roby.

"Harga di Kepulauan Jawa bisa naik 100%, namun di Kaltim tidak sama hanya naik 21 persen Rp. 1700 per kilogram nya ke harga Rp. 9.700 per kilogram dari harga sebelumnya Rp. 8.000 per kilogram, harga eceran di pasar mencapai Rp. 11.000 per kilogram saya kira wajar pedagang menaikan harga untuk mendapatkan keuntungan namun ada batas harga eceran tertinggi" lanjut Roby. (Nad/Ek/HumasDP2KUKM)

http://indagkop.kaltimprov.go.id

#indagkopkaltim #pemprovkaltim



Selasa, 12 Jan 2021, 08:06:31 WIB Oleh : Humas Perindagkopukm 102 View
Rapat Realisasi BPUM Tahun 2020
Selasa, 11 Jan 2021, 08:06:31 WIB Oleh : Humas Perindagkopukm 47 View
Evaluasi Non PNS Indagkop Kaltim
Rabu, 06 Jan 2021, 08:06:31 WIB Oleh : Humas Perindagkopukm 22 View
Ada Kenaikan Harga, Stok Kedelai di Kaltim Masih Aman



Tuliskan Komentar

Loading....


Testimoni Peserta Pelatihan Pengolahan Produk Makanan Senin, 23 Okt 2020 - Dilihat 68 Kali