Artikel Indagkop

UNTUK UMKM KALTIM, LAKASI PAKAI QRIS WAL

03/09/2021

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kaltim terus didorong untuk dapat menggunakan teknologi pembayaran digital atau quick response code Indonesian standard (QRIS).

 

"Kalau ada yang memudahkan dan aman, mengapa tidak," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor saat menjadi narasumber pada program Live Radio Talkshow di Radio Suara Mahakam dengan tema "Menyambut Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kalimantan Timur Tahun 2021. QRIS Cara Pembayaran Digital UMKM", Selasa (31/8/2021).

 

Banyak keuntungan dengan menggunakan QRIS.  Di antaranya, transaksi cukup dengan scan, tidak perlu menggunakan uang tunai. Selain itu, sudah pasti terhindar dari risiko uang palsu atau kemungkinan tertular di masa pandemi Covid-19.

 

"Dengan QRIS, pelaku UMKM juga tidak repot lagi menyiapkan angsulan," ucap Roby.

 

Senada dengan Roby, Pertamina Unit Manager Comm Rel and CSR MOR VI Balikpapan Susanto August Satrio. 

 

"Untuk UMKM, Pertamina terus mendorong literasi digital dengan pelatihan digital.

Membina UMKM naik kelas, go modern, go digital, go online dan go global," kata Susanto.

 

Pertamina sendiri saat ini membina tidak kurang 1.700 UMKM di Kaltim, 4.900 UMKM di regional Kalimantan dan 69.000 UMKM dari Sabang sampai Merauke.

 

"Banyak yang sudah go global khususnya untuk handycraft. Bahkan ada satu produk herbal dari Kaltim yang sudah bisa diterima di salah satu restoran di Turki. Tentu ini suatu kebanggaan. Ditambah lagi transaksinya dengan QRIS, dijamin lebih mudah," beber Susanto.

 

Hampir semua UMKM yang sudah menggunakan QRIS mengaku sangat terbantu dengan layanan yang disiapkan Bank Indonesia tersebut.

 

Selain lebih mudah, dengan QRIS maka semua transaksi tercatat jelas, uang masuk dan keluar semua tercatat. Dengan begitu manajemen keuangan bisa lebih baik.

 

Sementara Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Hendik Sudaryanto menguraikan di masa pandemi saat ini, UMKM  dituntut berperilaku lebih digital. UMKM harus bisa masuk ke ekosistem digital. Termasuk dalam transaksi keuangan.

 

Di masa pandemi ini diakuinya, terjadi  peningkatan e-commerce atau transaksi elektronik baik jumlah pembeli dan penjual meningkat, nilai transaksi, termasuk digital payment juga meningkat. 

 

"Pembayaran nontunai, kartu atau uang elektronik dan QRIS semakin terasa di masa  pandemi ini," kata Hendik.

 

Di Kaltim transaksi QRIS tertinggi masih di Samarinda dan Balikpapan. BI pun terus melakukan kampanye penggunaan QRIS, termasuk mengemasnya dengan kearifan lokal melalui bahasa pesan. Jargon yang dikampanyekan "Lakasi Pakai QRIS, Wal" (sul/humaskaltim)

Bagikan artikel ini
Perlu Bantuan, silahkan chat kami!